kedua jenggalanya mahadayakan keagungan
tentang mimpi serta pelangimu.
butiran-butiran sibungsu bebas merebak menangkap angin.
bidang bahuku tengadak menuju surga
kalimat-kalimat sucimu meraung, mengaum
isi ruang kosong otak belakangku.
Ya Habbil, rongga tulang ini kaku.
mati rasa kurassa.
ujung pahat picik mengganggu tarikan dari pola pikir ini.
bekasnya tak berlapis jauh dilapisan kawat fatamorgana.
tasik menari riuh algoritma sapuh.
hal yang tak begitu menarik tersaji sekali seumur hidup.
makwa dan fakta kebas ketiap titik fokus
seimajiner mandolin.
